Assalamualaikum wr.wb
Salam Guru Penggerak
Saya Indro Sulistyo
CGP Angkatan 7 Kab. Sragen Satker
SMKN 1 Sragen
Pada kesempatan kali ini saya akan
menyampaikan jurnal dwimingguan modul 3.2 tentang “. “Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya”. Adapun model yang saya gunakan
dalam penulisan jurnal ini adalah 4F (Facts, Feelings, Findings, Future).
Facts (Peristiwa):
Modul 3.2 dimulai dari pendahuluan
yang berisi surat dari Instruktur, sebagai persiapan dari CGP untuk masuk dan
mengesplor modul 3.2. Mulai Diri CGP disuguhi beberapa pertanyaan yang
bertujuan untuk mengingat ulang pengetahuan awal tentang ekosistem sekolah dan
peran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya sekolah, dilanjutkan pada kegiatan
Eksplorasi Konsep Mandiri yakni melakukan eksplorasi mandiri dengan menelaah
konsep dasar tentang sekolah sebagai ekosistem, Pendekatan Berbasis Kekurangan
dan Pendekatan Berbasis Aset, Sejarah Singkat Pendekatan Asset-Based
Community Development, dan aset-aset dalam sebuah komunitas.
Kegiatan selanjutnya
adalah Eksplorasi Konsep Forum Diskusi yakni mengkomunikasikan ide, pikiran dan
gagasan dalam forum diskusi asinkronus bersama para CGP lainnya.
Selanjutnya kegiatan Ruang Kolaborasi Sesi 1 yang mana pada sesi ini melakukan
diskusi seacara berkelompok dalam mengidentifikasi berbagai sumber daya di
daerah untuk sekolah dan strategi pemanfaatannya secara efektif. Kemudian
dilanjutkan kegiatan Ruang Kolaborasi Sesi 2. Pada sesi ini tiap-tiap kelompok
mempresentasikan hasil diskusi yang sudah dilakukan di sesi 1 dan umpan balik
terhadap kelompok yang presentasi. Setelah itu mengungah hasil
diskusi/presentasi setelah mendapat masukan dari fasilitator dan rekan CGP lain
pada Ungah Tugas ruang kolaborasi.
Demontasi kontekstual
tersaji dengan sebuah video yang harus kita analisis secara mandiri dengan
materi di tahap sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan ruang kolaborasi
Bersama instruktur untuk memperkuat dan medalami lagi materi di modul 3.2. yang
mana CGP harus terlebih dahulu masuk keruang elaborasi pemahaman dengan
menuliskan berbagai macam pertanyaan terkait materi yang natinya di bahas di
ruang kolaborasi Bersama instruktur.
Koneksi antar materi di modul 3.2
sebagaimana modul-modul sebelumnya CGP
diharapkan mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang
didapatkan sebelumnya. Kegiatan di akhiri dengan mengungah tugas serta lanjut
pada Aksi nyata modul 3.2 CGP mengidentifikasi
secara kolaboratif bersama warga sekolah lainnya tentang aset/kekuatan/sumber
daya yang dimiliki sekolah.
Feelings (Perasaan)
Senang sekali belajar
materi Modul 3.2 tentang Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya. Saya
tersadarkan bahwa hal-hal yang ada di sekolah walaupun tampak menjadi
kelemahan, namun jika cara pandang kita berbasis pada kekuatan maka kekurangan
itu dapat dijadikan asset. Hal ini menjadikan sikap optimis untuk selalu
menanamkan pemahaman berdasrkan pendekatan kekuatan bukan kelemahan.
Materi yang saya dapatkan
pada Modul 3.1 ini adalah bagaiamna seorang pemimpin mengelola sumber daya.
Saya belajar tentang ekosistem, unsur-unsur ekosistem yang terdiri dari biotik
dan abiotic. Dalam ekosistem sekolah unsur biotik terdiri dari Murid, Kepala
Sekolah, Guru, Staf/Tenaga Kependidikan, Pengawas Sekolah, Orang Tua,
Masyarakat sekitar sekolah, Dinas terkait, Pemerintah daerah. Unsur abiotik
dalam terdiri dari keuangan, sarana prasarana, dan lingkungan alam. Ada dua
pendekatan dalam memanfaatkan sumber daya, yaitu pendekatan berbasis kekurangan
dan pendekatan berbasis kekuatan.
Pendekatan berbasis
kekurangan/masalah (deficit-based approach) memusatkan perhatian pada
apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak berfungsi dengan baik,
kekurangan yang dimiliki mendorong cara berpikir negatif sehingga fokus kita
adalah bagaimana mengatasi semua kekurangan atau apa yang menghalangi
tercapainya kesuksesan yang ingin diraih. Pendekatan berbasis aset (asset-based
approach) merupakan cara praktis menemukenali hal-hal yang positif dalam
kehidupan, menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, memusatkan perhatian
pada apa yang berjalan dengan baik, yang menjadi inspirasi, yang menjadi
kekuatan ataupun potensi yang positif.
Dengan berpandangan
berbasis Kekuatan akan menjadikan sumber daya manusia dalam organisasi akan
meningkat dan kemudian organisasi akan berkembang secara berkelanjutan bila
sebuah organisasi lebih banyak membangun sisi positif yang dimilikinya.
Dalam hal ini pendekatan yang digunakan adalah Pendekatan PKBA (Pengembangan
Komunitas Berbasis Aset). Ada 7 Aset/Modal dalam Komunitas yaitu Aset Manusia,
Aset Sosial, Aset Politik, Aset Agama dan Budaya, Aspek Fisik, Aset Lingkungan
Alam, dan Aset Finansial
Future (Penerapan):
Setelah mempelajari
materi ini, saya melakukan refleksi terhadap berbagai aktifitas saya di sekolah
bersama rekan-rekan saya terkait pengelolaan sumber daya di sekolah. Selama ini
sekolah kami masih menerapkan pendekatan barbasis kekuranngan dengan mengnakan
analisis SWOT. Setelah mempelajari materi pada modul ini saya akan mengimbaskan
pengentahuan saya kepada rekan sejawat, dan mulai menerapkan dalam kegiatan
pembelajaran di kelas. Sudah saatnya semua pendidik memahami asset-aset yang
dapat digunakan atau manfaatkan dalam menunjang kegiatan pembelajarannya.
Yang tidak kalah penting
tentu saja saya akan berkomunikasi dengan warga sekolah dan pemangku
kepentingan untuk menganalisis aset dan kekuatan dalam pengelolaan sumber daya
yang efektif dan efisien, dan juga dalam merancang pemetaan potensi yang
dimiliki sekolah menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset
(Asset-Based Community Development).
Tentang Penulis
Nama Lengkap : Indro Sulistyo
Pendidikan : S1 FKIP PPkn UNS 2003
D2 PGSD Universitas Terbuka 2008
S2 Magister Of Sains UNIBA 2021
Pengalama Bekerja :
1. Guru SD Negeri Jekawal 2 Tangen tahun 2004 s.d 2009
2. Guru MTS Negeri Gondang 2004 s.d 2009
3. Guru SMK Negeri 1 Gesi tahun 2009 s.d 2012
4. Guru SMK Negeri 1 Sragen 2012 s.d Sekarang
Mohon ijin copas
ReplyDelete