Wednesday, 14 June 2023

JURNAL DWIMINGGUAN MODUL 3.2 Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya

 

Assalamualaikum wr.wb

Salam Guru Penggerak

Saya Indro Sulistyo

CGP Angkatan 7 Kab. Sragen Satker SMKN 1 Sragen

Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan jurnal dwimingguan modul 3.2 tentang “. “Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya”. Adapun model yang saya gunakan dalam penulisan jurnal ini adalah 4F (Facts, Feelings, Findings, Future).

Facts (Peristiwa):

Modul 3.2 dimulai dari pendahuluan yang berisi surat dari Instruktur, sebagai persiapan dari CGP untuk masuk dan mengesplor modul 3.2. Mulai Diri CGP disuguhi beberapa pertanyaan yang bertujuan untuk mengingat ulang pengetahuan awal tentang ekosistem sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya sekolah, dilanjutkan pada kegiatan Eksplorasi Konsep Mandiri yakni melakukan eksplorasi mandiri dengan menelaah konsep dasar tentang sekolah sebagai ekosistem, Pendekatan Berbasis Kekurangan dan Pendekatan Berbasis Aset, Sejarah Singkat Pendekatan Asset-Based Community Development, dan aset-aset dalam sebuah komunitas. 

Kegiatan selanjutnya adalah Eksplorasi Konsep Forum Diskusi yakni mengkomunikasikan ide, pikiran dan gagasan dalam forum diskusi    asinkronus bersama para CGP lainnya. Selanjutnya kegiatan Ruang Kolaborasi Sesi 1 yang mana pada sesi ini melakukan diskusi seacara berkelompok dalam mengidentifikasi berbagai sumber daya di daerah untuk sekolah dan strategi pemanfaatannya secara efektif. Kemudian dilanjutkan kegiatan Ruang Kolaborasi Sesi 2. Pada sesi ini tiap-tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi yang sudah dilakukan di sesi 1 dan umpan balik terhadap kelompok yang presentasi. Setelah itu mengungah hasil diskusi/presentasi setelah mendapat masukan dari fasilitator dan rekan CGP lain pada  Ungah Tugas ruang kolaborasi.

Demontasi kontekstual tersaji dengan sebuah video yang harus kita analisis secara mandiri dengan materi di tahap sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan ruang kolaborasi Bersama instruktur untuk memperkuat dan medalami lagi materi di modul 3.2. yang mana CGP harus terlebih dahulu masuk keruang elaborasi pemahaman dengan menuliskan berbagai macam pertanyaan terkait materi yang natinya di bahas di ruang kolaborasi Bersama instruktur.

Koneksi antar materi di modul 3.2 sebagaimana modul-modul sebelumnya CGP diharapkan mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya. Kegiatan di akhiri dengan mengungah tugas serta lanjut pada Aksi nyata modul 3.2 CGP mengidentifikasi secara kolaboratif bersama warga sekolah lainnya tentang aset/kekuatan/sumber daya yang dimiliki sekolah.

 

Feelings (Perasaan)

Senang sekali belajar materi Modul 3.2 tentang Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya. Saya tersadarkan bahwa hal-hal yang ada di sekolah walaupun tampak menjadi kelemahan, namun jika cara pandang kita berbasis pada kekuatan maka kekurangan itu dapat dijadikan asset. Hal ini menjadikan sikap optimis untuk selalu menanamkan pemahaman berdasrkan pendekatan kekuatan bukan kelemahan.

Materi yang saya dapatkan pada Modul 3.1 ini adalah bagaiamna seorang pemimpin mengelola sumber daya. Saya belajar tentang ekosistem, unsur-unsur ekosistem yang terdiri dari biotik dan abiotic. Dalam ekosistem sekolah unsur biotik terdiri dari Murid, Kepala Sekolah, Guru, Staf/Tenaga Kependidikan, Pengawas Sekolah, Orang Tua, Masyarakat sekitar sekolah, Dinas terkait, Pemerintah daerah. Unsur abiotik dalam terdiri dari keuangan, sarana prasarana, dan lingkungan alam. Ada dua pendekatan dalam memanfaatkan sumber daya, yaitu pendekatan berbasis kekurangan dan pendekatan berbasis kekuatan. 

Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (deficit-based approach) memusatkan perhatian pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak berfungsi dengan baik, kekurangan yang dimiliki mendorong cara berpikir negatif sehingga fokus kita adalah bagaimana mengatasi semua kekurangan atau apa yang menghalangi tercapainya kesuksesan yang ingin diraih. Pendekatan berbasis aset (asset-based approach) merupakan cara praktis menemukenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, memusatkan perhatian pada apa yang berjalan dengan baik, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.

Dengan berpandangan berbasis Kekuatan akan menjadikan sumber daya manusia dalam organisasi akan meningkat dan kemudian organisasi akan berkembang secara berkelanjutan bila sebuah organisasi lebih banyak membangun sisi   positif yang dimilikinya. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan adalah Pendekatan PKBA (Pengembangan Komunitas Berbasis Aset). Ada 7 Aset/Modal dalam Komunitas yaitu Aset Manusia, Aset Sosial, Aset Politik, Aset Agama dan Budaya, Aspek Fisik, Aset Lingkungan Alam, dan Aset Finansial

Future (Penerapan): 

Setelah mempelajari materi ini, saya melakukan refleksi terhadap berbagai aktifitas saya di sekolah bersama rekan-rekan saya terkait pengelolaan sumber daya di sekolah. Selama ini sekolah kami masih menerapkan pendekatan barbasis kekuranngan dengan mengnakan analisis SWOT. Setelah mempelajari materi pada modul ini saya akan mengimbaskan pengentahuan saya kepada rekan sejawat, dan mulai menerapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Sudah saatnya semua pendidik memahami asset-aset yang dapat digunakan atau manfaatkan dalam menunjang kegiatan pembelajarannya.  

Yang tidak kalah penting tentu saja saya akan berkomunikasi dengan warga sekolah dan pemangku kepentingan untuk menganalisis aset dan kekuatan dalam pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien, dan juga dalam merancang pemetaan potensi yang dimiliki sekolah menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset (Asset-Based Community Development).


Tentang Penulis

Nama Lengkap    : Indro Sulistyo

Pendidikan          : S1 FKIP PPkn UNS 2003

                              D2 PGSD Universitas Terbuka 2008

                              S2 Magister Of Sains UNIBA 2021

Pengalama Bekerja :

1. Guru SD Negeri Jekawal 2 Tangen tahun 2004 s.d 2009

2. Guru MTS Negeri Gondang 2004 s.d 2009

3. Guru SMK Negeri 1 Gesi tahun 2009 s.d 2012

4. Guru SMK Negeri 1 Sragen 2012 s.d Sekarang

1 comment:

mohon mengunakan bahasa yang sopan