Pergantian atau gonta-ganti kurikulum di jagat pendidikan di negeri kita tercinta ini tentunya bukanlah hal yang luar biasa tetapi biasa saja. Sejak
Indonesia merdeka sampai dengan penerapan Kurikulum 2013, negeri ini
telah memiliki sekian banyak kurikulum, yakni: 1) Rencana Pelajaran
1947, 2) Rencana Pendidikan 1950, 3) Rencana Pendidikan 1958, 4) Rencana
Pendidikan 1964, 5) Kurikulum 1968, 6) Kurikulum 1974, 7) Kurikulum
1978, 8) Kurikulum 1984, 9) Kurikulum 1994, 10) Kurikulum 2004, dan 11)
Kurikulum 2013, Dalam hal ini, dibandingkan negara-negara yang sudah
maju yang pada umumnya masih mempunyai kurikulum nasional atau kurikulum
negara bagian, justru Indonesia telah lebih dahulu melakukan lompatan
yang demikian drastis, karena penyusunan kurikulum di Indonesia telah
diserahkan kepada satuan pendidikan sekolah (school-based curriculum) dengan KTSP-nya, selaras dengan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah (school-based curriculum).
APA YANG SALAH ?
Walaupun negeri yang tercinta ini telah memiliki sekian banyak kurikulum namun yang pasti kesemuanya belum mampu menggangkat martabat pendidikan di negeri tercinta ini sejajar dengan negara lain. Alhasil para sarjana yang diluluskan dari Universitas-universitas di negeri ini kalah bersaing dengan sarjana-sarjana negara tetangga. Beberapa harin yang lalu kebetulan penulis sedang masuk ke sekolah tempat penulis bekerja, walaupun sebenarnya hari itu termasul hari libur kenaikan kelas. Kebetulan staf Tu keliahatan sibuk memindahkan Buku-buku pelajaran yang baru datang alias drop dari pemerintah, dengan semangat penulis membuka salah satu biki yang kebetulan merupakan mata pelajaran yang penulis ajarkan. Alangkah kagetnya ketika penulis buka lembar demi lembar, halaman demi halaman buku tersebut. Ternyata buku tersebut merupakan buku pelajaran kurikulum KTSP bukannya Kurikulum 2013 yang sudah dilaksanakan di sekolah ini. Kebetulan teman-teman penulis juga ada yang melihat-lihat buku tersebut, kebetulan dia baru pulang dari diklat kurikulum 2013 yang diadakan oleh dinas pendidikan, dia juga sama kagetnya dengan saya karena buku tersebut bukan buku kurikulum 2013. APA YANG SALAH apa pengirimnya atau pemesannya t5api inilah dunia pendidikan di negeri ini
KURIKULUM YANG RELEVAN
Kurikuluim 2013 sebenarnya memuat isi yang cukup baik dan relevan dengan kondisi budaya, sosial dan masyarakat di negeri ini namun perlu disadari bersama. bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa dilakukan secara instan melainkan butuh waktu dan proses. Yang paling penting adalah konsiten terhadap kondisi yang ada. Jika banyak pihak tidak setuju dengan implementasi K 13 bukan berarti K 13 tidak baik, melainkan berupa harapan kedeapan adanya jaminan stabilitas kurikulum
TERAKHIR
Marilah kita bersama utamanya para pendidik untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan guna memberikan bekal kepada peserta didik, agar mampu bersaing di kehidupan masyarakat. Sumber belajar tidak hanya melalui buku tetapi pengalamhidup serta kondisi lingkungan sekita. Sekali lagi jangan menyalahkan sistemya tapi mari kita bekerja yang baik untuk hasi terbaik bagi negeri tercinta ini.