Pilihan presiden sudah di depan mata, gelombang dukungan juga sudah mulai bermunculan untuk kedua pasangan yang akan bertarung memperebutkan kursi RI 1 pada 9 juli 2014. Wujud dukungan dari para pemilih untuk saat ini beraneka ragam, hampir disetiap waktu dan tempat berkumpulnya orang, pasti bahasan yang menarik adalah siapa presiden yang akan dipilih. dari waktu kewaktu ternyata pengaruh media dalam membuat opini publik sangat besar pengaruhnya, bagi masyarakat pemilih mereka masing masing punya pilihan sendiri dengan berbagai argumen yang diperoleh dari media masa mereka mulai mengelu-elukan jagonya dan menjelekkan pesaingnya ini yang hampir terjadi setiap hari di masyarakat. Ancaman perpecahan timbul manakala perbedaan pendapat tidak bisa disatukan.
Sisi positif adanya pilpres tahun ini adalah adanya kepedulian dari masyarakat sebagai pemilih, untuk memilih siapa yang akan menjadi presiden 5 tahun kedepan. di lingkungan penulis yang kebetulan adalah salah satu sekolah menengah kejuruan di bumi sukowati aroma persaingan pilprespun terasa panas, manakala para pendukung capres berkumpul mereka akan mulai membuka diskusi tentang siapa yang terbaik dan siapa yang terjelek. Mereka merelakan waktu untuk melihat berita TV atau membaca koran dan majalah hanya untuk memperkuat argumen manakala terjadi diskusi. terjadinya debat kusirpun sejatinya tanpa disengaja manakala jam istirahat dan berkumpul di kantor pembicaraan pun terarah siapa memilih siapa dan debat politik ala ndeso pun terjadi karena tidak jelas endingnya. Jika dilihat sekilas mereka seperti layaknya seorang pakar politik yang sedang berdebat. Hal ini menunjukan mulai tumbuh kepedulian masyarakat terhadap pemerintahan di negara ini. hal senada juga terjadi di beberapa media sosial, apa lagi media sosial seperti FB. hampir setiap detik terdapat komen yang mengkritisi tentang calon-calon presiden RI. Kepedulian masyarakat akan pelaksanaan demokrasi di negara tercinta ini sudah mulai tumbuh dan berkembang, semoga PILPRES 9 Juli mendatang akan menjadi gerbang kesadaran politik seluruh rakyat di negeri ini. Siapapun pemenangnya, pada hakikatnya kita semualah yang menjadi JUARA karena dalam negara demokrasi harus didukung tingkat penegetahuan masyarakatnya akan demokrasi itu sendiri. sehingga hal hal yang negatif dalam demokrasi seperti money politic lambat laun akan hilang seiring tingginya tingkat kesadaran politik masyarakat.
No comments:
Post a Comment
mohon mengunakan bahasa yang sopan