Saturday, 5 July 2014

OPINI SEPUTAR KURIKULUM 2013

Pergantian atau gonta-ganti kurikulum di jagat pendidikan di negeri kita tercinta ini tentunya bukanlah hal yang luar biasa tetapi biasa saja. Sejak Indonesia merdeka sampai dengan penerapan Kurikulum 2013, negeri ini telah memiliki sekian banyak kurikulum, yakni: 1) Rencana Pelajaran 1947, 2) Rencana Pendidikan 1950, 3) Rencana Pendidikan 1958, 4) Rencana Pendidikan 1964, 5) Kurikulum 1968, 6) Kurikulum 1974, 7) Kurikulum 1978, 8) Kurikulum 1984, 9) Kurikulum 1994, 10) Kurikulum 2004, dan 11) Kurikulum 2013, Dalam hal ini, dibandingkan negara-negara yang sudah maju yang pada umumnya masih mempunyai kurikulum nasional atau kurikulum negara bagian, justru Indonesia telah lebih dahulu melakukan lompatan yang demikian drastis, karena penyusunan kurikulum di Indonesia telah diserahkan kepada satuan pendidikan sekolah (school-based curriculum) dengan KTSP-nya, selaras dengan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah (school-based curriculum).

APA YANG SALAH ?
Walaupun negeri yang tercinta ini telah memiliki sekian banyak kurikulum namun yang pasti kesemuanya belum mampu menggangkat martabat pendidikan di negeri tercinta ini sejajar dengan negara lain. Alhasil para sarjana yang diluluskan dari Universitas-universitas di negeri ini kalah bersaing dengan sarjana-sarjana negara tetangga. Beberapa harin yang lalu kebetulan penulis sedang masuk ke sekolah tempat penulis bekerja, walaupun sebenarnya hari itu termasul hari libur kenaikan kelas. Kebetulan staf Tu keliahatan sibuk memindahkan Buku-buku pelajaran yang baru datang alias drop dari pemerintah, dengan semangat penulis membuka salah satu biki yang kebetulan merupakan mata pelajaran yang penulis ajarkan. Alangkah kagetnya ketika penulis buka lembar demi lembar, halaman demi halaman buku tersebut. Ternyata buku tersebut merupakan buku pelajaran kurikulum KTSP bukannya Kurikulum 2013 yang sudah dilaksanakan di sekolah ini. Kebetulan teman-teman penulis juga ada yang melihat-lihat buku tersebut, kebetulan dia baru pulang dari diklat kurikulum 2013 yang diadakan oleh dinas pendidikan, dia juga sama kagetnya dengan saya karena buku tersebut bukan buku kurikulum 2013. APA YANG SALAH apa pengirimnya atau pemesannya t5api inilah dunia pendidikan di negeri ini

KURIKULUM YANG RELEVAN
Kurikuluim 2013 sebenarnya memuat isi yang cukup baik dan relevan dengan kondisi budaya, sosial dan masyarakat di negeri ini namun perlu disadari bersama. bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa dilakukan secara instan melainkan butuh waktu dan proses. Yang paling penting adalah konsiten terhadap kondisi yang ada. Jika banyak pihak tidak setuju dengan implementasi K 13 bukan berarti K 13 tidak baik, melainkan berupa harapan kedeapan adanya jaminan stabilitas kurikulum

TERAKHIR
Marilah kita bersama utamanya para pendidik untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan guna memberikan bekal kepada peserta didik, agar mampu bersaing di kehidupan masyarakat. Sumber belajar tidak hanya melalui buku tetapi pengalamhidup serta kondisi lingkungan sekita. Sekali lagi jangan menyalahkan sistemya tapi mari kita bekerja yang baik untuk hasi terbaik bagi negeri tercinta ini.  

CONTOH PROPOSAL BP/BK



PROPOSAL KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING


A.      LATAR BELAKANG
Salah satu bentuk pemberian bantuan bimbingan dan konseling adalah pemberian Bimbingan Informasi kepada siswa/siswi. Mengambil waktu yang tepat saat ini selaku guru BK kami akan mengadakan sosialisasi tentang Perguruan Tinggi kepada semua siswa kelas XII. Semua itu kami sadari bahwa banyak siswa dari SMK Negeri 1 Sragen yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi sebelum memasuki dunia kerja.

B.      TUJUAN
Tujuan dari Kegiatan ini adalah :
1.    Menambah wawasan seluruh siswa kelas XII tentang perguruan Tinggi dalam hal ini UNIVERSITAS NEGERI SEBELAS MARET SURAKARTA (UNS).
2.    Mempererat tali silaturahmi Komunitas Mahasiswa Sragen UNS.

C.      NAMA KEGIATAN
Sosialisasi PerguruanTinggi

D.      WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Tanggal                 : 30 Januari 2014
       Waktu                   : Jam 10.00 s/d selesai
       Tempat                 : SMK NEGERI 1 Sragen

E.       SASARAN
Seluruh Siswa kelas XII SMK N 1 Sragen

F.       BENTUK KEGIATAN
Bentuk kegiatan ini adalah pengenalan perguruan tinggi yang di sampaikan oleh mahasiswa dalam bentuk tanya jawab sehingga seluruh siswa dapat bertanya tentang perguruan tinggi dan cara masuknya serta bagaimana sistem perkuliahan yang ada di perguruan tinggi.
G.     SUSUNAN ACARA

Lampiran 1

H.     SUSUNAN KEPANITIAAN

Lampiran 2

Thursday, 3 July 2014

Opini Pilpres 2014

Pilihan presiden sudah di depan mata, gelombang dukungan juga sudah mulai bermunculan untuk kedua pasangan yang akan bertarung memperebutkan kursi RI 1 pada 9 juli 2014. Wujud dukungan dari para pemilih untuk saat ini beraneka ragam, hampir disetiap waktu dan tempat berkumpulnya orang, pasti bahasan yang menarik adalah siapa presiden yang akan dipilih. dari waktu kewaktu ternyata pengaruh media dalam membuat opini publik sangat besar pengaruhnya, bagi masyarakat pemilih mereka masing masing punya pilihan sendiri dengan berbagai argumen yang diperoleh dari media masa mereka mulai mengelu-elukan jagonya dan menjelekkan pesaingnya ini yang hampir terjadi setiap hari di masyarakat. Ancaman perpecahan timbul manakala perbedaan pendapat tidak bisa disatukan.
       Sisi positif adanya pilpres tahun ini adalah adanya kepedulian dari masyarakat sebagai pemilih, untuk memilih siapa yang akan menjadi presiden 5 tahun kedepan. di lingkungan penulis yang kebetulan adalah salah satu sekolah menengah kejuruan di bumi sukowati aroma persaingan pilprespun terasa panas, manakala para pendukung capres berkumpul mereka akan mulai membuka diskusi tentang siapa yang terbaik dan siapa yang terjelek. Mereka merelakan waktu untuk melihat berita TV atau membaca koran dan majalah hanya untuk memperkuat argumen manakala terjadi diskusi. terjadinya debat kusirpun sejatinya tanpa disengaja manakala jam istirahat dan berkumpul di kantor pembicaraan pun terarah siapa memilih siapa dan debat politik ala ndeso pun terjadi karena tidak jelas endingnya. Jika dilihat sekilas mereka seperti layaknya seorang pakar politik yang sedang berdebat. Hal ini menunjukan mulai tumbuh kepedulian masyarakat terhadap pemerintahan di negara ini. hal senada juga terjadi di beberapa media sosial, apa lagi media sosial seperti FB. hampir setiap detik terdapat komen yang mengkritisi tentang calon-calon presiden RI. Kepedulian masyarakat akan pelaksanaan demokrasi di negara tercinta ini sudah mulai tumbuh dan berkembang, semoga PILPRES 9 Juli mendatang akan menjadi gerbang kesadaran politik seluruh rakyat di negeri ini. Siapapun pemenangnya, pada hakikatnya kita semualah yang menjadi JUARA karena dalam negara demokrasi harus didukung tingkat penegetahuan masyarakatnya akan demokrasi itu sendiri. sehingga hal hal yang negatif dalam demokrasi seperti money politic lambat laun akan hilang seiring tingginya tingkat kesadaran politik masyarakat.

Monday, 7 April 2014

Pemilu 2014 antara Peraturan dan Realita

RENUNGAN PEMILU 2014
9 April menjadi moment yang sangat ditunggu-tunggu terutama para kontestan pemilu alias caleg, untuk berebut suara agar dapat duduk di kursi empuk dewan legeslatif. Berbagai macam cara di lakukan agar mendapat simpati dan dukungan dari calon pemilih, banyak diantara CALEG yang jor-joran mengasih bantuan dari ngisi kas RT sampai betoni sasi jalan bahkan bentuk yang lainnya. Sekilas tentu pembaca akan mengecam tindakan ini dan memberi label money politik, tetapi pernahkah pembaca yang budiman menempatkn posisi sebagai orang/warga yang menerima bantuan tersebut...tentunya bagi mereka ini adalah barter yang adil. Tanpa melihat siapa yang dipilih, siapa yang memilih memang syarat mutlak pelaksanaan demokrasi yang diwujudkan lewat pemilu adalah adanya partisipasi dari rakyat sebagai pemilih. Bagi CALEG suara/dukungan yang diperoleh lewat pemilu adalah legitimasi yang mutlak bagi jabatannya sebagai anggota DPR/DPRD. Bagi sang pemilih, memilih dalam pemilu hanya rutinitas belaka karena siapapun yang duduk mewakili mereka di DPR/DPRD, bisa dikatakan tidak pernah memikirkan nasib mereka. sehingga barter yang adil jika saat pemilu mereka menerima alakadar untuk sesuap nasi, untuk penganti suara yang mereka punya karena kenyataanya hanya menjelang pemilu seperti inilah para calon anggota dewan yang terhormat mau memikirkan nasib mereka tetapi setelah berakhir janji kampanye tinggal janji belaka.

Materi UU lalu Lintas

Bagi siswa-siswi SMK N 1 Sragen atau pelajar jenjang SMK/SMA atau bahkan SLTP/MTS ada baiknya membaca lebih lanjut tentang UU pemakai Jalan raya, untuk mendapatklan pemahaman tentang bagaimana aturan main menggunakan kendaraan bermotor khususnya roda 2.
Pengetahuan ini bisa digunakan untuk mencegah hal-hal yang tidak di ingginkan ketyika berkendaraan di jalan dan terkena tilang. Masalah yang utama di hadapi oleh pelajar yang mengendarai sepeda motor waktu berangkat kesekolah adalah ;
1. tidak mempunyai SIM karena usia belum cukup (dibawah 17 tahun)
2. Kendaraan yang di modif karena menyesuaiakn kemajuan jaman
3. berkendaraan dengan tidak memakai helm
4. dll
Hal-hal tersebut diatas memang menjadi fenomena yang unik sehari-hari jadi siapkan pengetahuan kalian dengan membaca UU Lalu Lintas Jalan Raya di bawah ini :
http://adf.ly/ixxRo

semoga dengan pengetahuan tentang peraturan ini sudah tidak ada lagi istilah uang damai dan sebagainya

Friday, 21 March 2014

MATERI KE 2 HAK dan KEWAJIBAN

untuk materi yang berikut ini silahkan dibuka di
http://adf.ly/iAauZ
Seperti tugas sebelumnya, silahkan disalin dibuku catatan
selamat membaca

Monday, 3 March 2014

NRG GURU SMK SE INDONESIA LULUS PLPG 2013

Bagi temen-temen guru SMK se Indonesia yang sudah mengikuti PLPG tahun 2013 dan sudah dinyatakan lulus, yang mau melihat NRG silahkan buka disini
http://adf.ly/iy71G
bagi temen-temen yang namanya belum muncul atau belum ada silahkan cek kembali data anda di OP dinas kabupaten