Tanpa sengaja penulis mendengar percakapan antar seorang panitia pemungutan suara di salah satu TPS di wilayah kabupaten Sragen pada 9 Juli lalu, mereka membicarakan tentang kenapa negeri yang mempunyai kekayaan alam sedemikian banyaknya yakni Indonesia ternyata belum mampu mewujudkan kemakmuran bagi rakyatny. Salah satu diantara mereka berbicara bahwa itu semua karena salah pengelolaan, beliau adalah salah satu pensiunan PNS di Lingkungan kab Sragen, bagai mana tidak salah kelola sebetulnya negeri ini punya potensi alam yang sangat eksotik dan luar biasa " diawal tahun 2004 pemerintah RI mencanangkan penanaman pohon besar-besaran, yang di canangkan presiden SBY diawal beliau berkuasa". Oleh Pemda Sragen disambut dengan rencana penanaman 1 Juta pohon oleh Bp Untung selaku Bupati Sragen waktu itu. Setelah dilakukan perencanaan oleh dinas HUTBUN kab Sragen maka dimulailah pengadaan bibit tanaman keras di UPTD pengadaan bibit kabupaten sragen.
Bibit Tanaman Yang diadakan di UPTD kala itu terdiri dari, jati, trembesi dan mahony yang kurang lebih berjumlah 750.000 bibit sedangkan kekurangannya diperoleh dari pihak rekanan dan bantuan dari pemerintah Provinsi. Dari 750.000 tersebut terdiri dari 500.000 bibit pohon jati, 150.000 mahony dan sisanya bibit pohon jati. Program tersebut di tindak lanjuti dengan adanya sarjana pendampinggan, yang mana Pemda saat itu bekerjasama dengan DISHUTBUN mengontrak sarjana-sarjana muda yang dibekali dengan pengetahuan tentang pengembangan tanaman keras, kemudian di sebar di desa-desa yang mempunyai potensi lahan yang kritis yang hampir merata di tiap-tiap kecamatan di kab. Sragen.
Pada waktu itu bibit-bibit tersebut ditanam sebagai turus jalan, lahan kosong milik perorangan, dan bahkan di sepanjang bantaran sungai. Luar biasanya semua bibit tersebut di bagikan secara gratis, beberapa kepala desa yang punya pandangan kedepan berlomba-lomba menanam sebanyak-banyaknya bibit-bibit tersebut. Mereka tahu potensi nilai dari pohon emas tersebut, terbukti dua tahun terakhir banyak desa-desa yang dulu mengikuti program tersebut telah menuai hasilnya, walaupun sebenarnya tanaman-tanaman tersebut utamanya pohon jati belum siap di panen karena baru 9 tahun namun sudah memberikan nilai ekonomi yang sangat tinggi. Menurut informasi dari bapak Sulasno yang kebetulan pensiunan Ka.UPTD pembibitan yang pada waktu itu menangani proyek tersebut menyatakan hampir 1,2 juta bibit pohon didistribusikan keseluruh wilayah kecamatan di kab. Sragen
Di desa yang kebetulan saya tinggali setahun yang lalu, ada lelangan turus jalan sepanjang 800m dengan tanaman jati di kanan kiri yang kurang lebih berjumlah 33 pohon jati usia 9 - 10 tahun laku senilai 30 juta dan uang tersebut oleh pihak desa di bagikan ke pengurus RT se Desa untuk pembangunan. Jika saja informasi dari 1,2 juta pohon tersebut 20% mengalami kerusakan atau gagal tanam, maka masih ada kurang lebih 900.000 pohon yang tersisa. Kita bisa bayangkan 8-10 tahun kedepan jika tanaman tersebut di panen maka nilai ekonominya sangat tinggi sekali, padahal tanaman-tanaman tersebut tidak membutuhkan perawatan khusus. Hanya di tanam di pinggir jalan saja tanpa di rawat bisa menjadi emas yang ditanam, asumsinya jika dipanen di umur 20 tahun satu pohon jati bisa berkisar 1 - 1,5 juta bahkan mungkin bisa mencapai 2 juta tinggal kualitas tanamannya tersebut.
Wilayah Kabupaten sragen di bagi kedalam 2 wilayah yang dipisahkan oleh sungai bengawan solo, yang mana wilayah di sebelah selatan merupakan lahan yang subur sedangkan yang diutara tanahnya mengandung kapur. Untuk kualitas tanaman jati tentunya sangat tergantung di mana pohon tersebut ditanam, jika di tanam di wilayah yang subur akan cepat sekali pertumbuhannya namun rendemen airnya tinggi, jika di tanah yang tidak subur / banyak mengandung kapur pertumbuhannya lambat namun kualitasnya sangat bagus karena rendemen airnya rendah.
Jika saja kita semua dapat menyikapi lingkungan alam disekitar kita dengan arif dan bijaksana tentunya akan banyak sekali manfaat yang bisa di gali serta di manfaatkan.
Senada dengan program pemrintah, saat ini sedang digalakkan sekolah adiwiyata yang tujuannya memberdayakan linkungan alam disekitar sekolah supaya indah dan nyaman untuk kegiatan belajar siswa. Selain itu siswa juga dituntut untuk peka terhadap linkungan, mungki jika pemerintah mau dengan sungguh-sungguh segala permmasalahan yang berhubungan dengan panggan bisa diatasi dengan mudah. Semisal waktu negara kita mengalami difisit hasil pertanian kedelai, dengan memberdayakan siswa-siswi sekolah bisa juga dimanfaatkan untuk mengatsi masalah tersebut dengan mencananngkan satu anak satu tanama kedelai. Dengan jumlah siswa-siswi yang relatif banyak bisa kita bayangkan jika tiap anak mempraktikannya, nilai ekonomis buat si anak tentunya tidak seberapa, tetapi jika hasilnya dikumpulkan menjadi satu, nilai ekonomisnya akan sangat luar biasa.
Semoga saja kedepan akan lahir pemimpin-pemimpin yang memiliki jiwa dan semanngat memimpin yang bagus, sehingga dapat membawa kemajuan bagi bangsa dan negara ini. terimakasih atas partisipasinya semoga tulisan ini bermanfaat.
Jika saja kita semua dapat menyikapi lingkungan alam disekitar kita dengan arif dan bijaksana tentunya akan banyak sekali manfaat yang bisa di gali serta di manfaatkan.
Senada dengan program pemrintah, saat ini sedang digalakkan sekolah adiwiyata yang tujuannya memberdayakan linkungan alam disekitar sekolah supaya indah dan nyaman untuk kegiatan belajar siswa. Selain itu siswa juga dituntut untuk peka terhadap linkungan, mungki jika pemerintah mau dengan sungguh-sungguh segala permmasalahan yang berhubungan dengan panggan bisa diatasi dengan mudah. Semisal waktu negara kita mengalami difisit hasil pertanian kedelai, dengan memberdayakan siswa-siswi sekolah bisa juga dimanfaatkan untuk mengatsi masalah tersebut dengan mencananngkan satu anak satu tanama kedelai. Dengan jumlah siswa-siswi yang relatif banyak bisa kita bayangkan jika tiap anak mempraktikannya, nilai ekonomis buat si anak tentunya tidak seberapa, tetapi jika hasilnya dikumpulkan menjadi satu, nilai ekonomisnya akan sangat luar biasa.
Semoga saja kedepan akan lahir pemimpin-pemimpin yang memiliki jiwa dan semanngat memimpin yang bagus, sehingga dapat membawa kemajuan bagi bangsa dan negara ini. terimakasih atas partisipasinya semoga tulisan ini bermanfaat.
No comments:
Post a Comment
mohon mengunakan bahasa yang sopan