Saturday, 5 July 2014

PTK ( Penelitian Tindakan Kelas ) PPKn SMK

BAB I
PENDAHULUAN
  • A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga Negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, perlu ditingkatkan terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus.
Indonesia harus menghindari sistem pemerintahan yang memasung hak-hak asasi manusia, hak-hak warganegara untuk dapat menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. Kehidupan yang demokratis didalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintahan, dan organisasi-organisasi non pemeritahan perlu dikenal, dipahami, diinternalisasi, dan diterapkan demi terwujudnya pelaksanaan prinsip-prinsip demokrasi serta demi peningkatan martabat kemanusian, kesejahteraan, kebahagiaan, kecerdasan dan keadilan.
Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga Negara yang baik, yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.
Pendidikan Kewarganegaraan (Citizenship Education) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa.
Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (KBK 2004 dan Standar Isi 2006) ditegaskan bahwa :
  • I. Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan :
Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya
  • II. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan
Standar isi Pendidikan Kewarganegaraan SMA/SMK/MA :
  • 1. Memahami hakekat Bangsa dan Negara kesatuan Republik Indonesia
  • 2. Menganalisis sikap positif terhadap penegakan hokum, peradilan nasional, dan tindakan anti korupsi
  • 3. Meganalisis pola-pola dan partisipasi aktif dalam pemajuan, penghormatan serta penegakan HAM baik di Indonesia maupun luar negeri
  • 4. Menganalisis peran dan hak warganegara dan system pemerintahan Negara Kesatuan Repbulik Indonesia
  • 5. Menganalisis budaya politik demokrasi, konstitusi, kedaulatan Negara, keterbukaan dan keadilan di Indonesia
  • 6. Mengevaluasi hubungan Internasional dan sistem hokum internasional
  • 7. Mengevaluasi sikap berpolitik dan bermasyarakat madani sesuai dengan pancasila dan UUD 1945
  • 8. Mengaalisis peran Indonesia dalam politik dan hubungan Internasional, regional dan kerjasama Global lainnya
  • 9. Menganalisis sistem hokum internasional, timbulnya konflik internasional, dan mahkamah internasional.
Dari Standar Isi dan Standar Kompetensi tersebut diatas, penulis memilih butir ketiga yaitu meganalisis pola-pola dan partisipasi aktif dalam pemajuan, penghormatan serta penegakan HAM baik di Indonesia maupun di luar negeri, sebagai landasan judul penelitian tindakan kelas ini.
Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini, siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Anak cenderug tidak begitu tertarik dengan pelajaran PKn karena selama ini pelajaran PKn dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hafalan semata, kurang menekankan aspek penalaran sehingga menyebabkan rendahnya minat belajar PKn siswa di sekolah.
Banyak faktor yang menyebabkan hasil belajar PKn siswa rendah yaitu faktor internal dan eksternal dari siswa. Faktor internal antara lain: motivasi belajar, intelegensi, kebiasan dan rasa percaya diri. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang terdapat di luar siswa, seperti; guru sebagai Pembina kegiatan belajar, startegi pembelajaran, sarana dan prasarana, kurikulum dan lingkungan.
Dari masalah-masalah yang dikemukakan diatas, perlu dicari strategi baru dalam pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Pembelajaran yang mengutamakan penguasaan kompetensi harus berpusat pada siswa (Focus on Learners), memberika pembelajaran dan pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual dalam kehidupan nyata (provide relevant and contextualized subject matter) dan mengembangkan mental yang kaya dan kuat pada siswa.
Disinilah guru dituntut untuk merancang kegiatan pembelajaran yang mampu mengembangkan kompetensi, baik dalam ranah kognitif, ranah afektif maupun psikomotorik siswa. Strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan peciptaan suasana yang menyenangkan sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PKn. Dalam hal ini penulis memilih model “pembelajaran berbasis masalah (PROBLEM BASED LEARNING) dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam mata pelajaran PKn.
Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu proses belajar mengajar didalam kelas dimana siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan-permasalahan yang muncul, setelah itu tugas guru adalah merangsang untuk berfikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. Tugas guru mengarahkan siswa untuk bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan persfektif yang berbeda diantara mereka.
Menurut E. Mulyana Pembelajaran aktif dengan menciptakan suatu kondisi dimana siswa dapat berperan aktif, sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator. [1]  Pembelajaran harus dibuat dalam suatu kondisi yang menyenangkan sehingga siswa akan terus termotivasi dari awal sampai akhir kegiatan belajar mengajar (KBM). Dalam hal ini pembelajaran dengan Problem Based Learning sebagai salah satu bagian dari pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan guru disekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PKn.
Berdasarkan uraian diatas maka Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, dirancang untuk mengkaji penerapan pembelajaran model “Problem Based Learning” dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam mata pelajaran PKn
  • B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah tersebut diatas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
  • 1. Apakah pembelajaran model Problen Based Learning dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam masalah PKn?
  • 2. Bagaimana penerapan pembelaran model Problem Based Learning di kelas dalam mata pelajaran PKn?
  • 3. Sejauh manakah pendekatan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa?
  • C. PEMECAHAN MASALAH
PKn sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan “How to Develop Better Civics Behaviours” membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral, banyak memuat materi sosial. PKn merupakan salah satu dari lima tradisi pendidikan IPS yakni citizenship transmission, saat ini sudah berkembang menjadi tiga aspek PKn (Citizenship Education), yakni aspek akademis, aspek kurikuler dan aspek sosial budaya.
 Secara akademis PKn dapat didefinisikan sebagai suatu bidang kajian yang memusatkan telaahannya pada seluruh dimensi psikologi dan sosial budaya kewarganegaraan individu dengan menggunakan ilmu politik dan pendidikan sebagai landasan kajiannya [2].
Implementasiya sangat dibutuhkan guru yang profesional, guru yang profesional dituntut menguasai sejumlah kemampuan dan keterampilan, antara lain :
  • 1. Kemampuan menguasai bahan ajar
  • 2. Kemampuan dalam mengelola kelas
  • 3. Kemampuan dalam menggunakan metode, media dan sumber belajar
  • 4. Kemampuan untuk melakukan penilaian baik proses maupun hasil
Selanjutnya UNESCO dalam Soedijarto (2004 : 10-18) mencanangkan empat pilar belajar dalam pembelajaran (termasuk model Problem Based Learning) :
  • 1. Learning to Know ( penguasaan ways of knowing or mode of inquire)
  • 2. Learning to do ( controlling, monitoring, maintening, designing, organizing)
  • 3. Learning to live together
  • 4. Learning to be [3]
Berdasarkan uraian analisis permasalahan diatas, pendekatan model Problem Based Learning apabila diterapkan di kelas akan dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam mata pelajaran PKn.
  • D. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Penelititan Tindakan Kelas ini adalah meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam mata pelajaran PKn khususnya kelas X Ak pada SMKN 3 Sragen, sehingga pembelajaran PKn menjadi lebih menyenangkan dan menimbulkan kreatifitas.
  • E. MANFAAT HASIL PENELITIAN
Secara teoritis dan praktis, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :
  • 1. Memperbaiki proses belajar mengajar dalam pelajaran PKn di Sekolah Menengah Kejuruan.
  • 2. Mengembangkan kualitas guru dalam mengajarkan pedidikan kewarganegaraan di Sekolah Menengah Kejuruan.
  • 3. Memberikan alterntif kegiatan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan
  • 4. Menciptakan rasa senang belajar Pendidikan Kewarganegaraan selama pelajaran berlangsung dengan adanya “The Involvement of Participaton melalui Problem Based Learning.”

    JIKA PARA PEMBACA INGGIN MELIHAT PTK INI SECARA LENGKAP SILAHKAN  KLIK DI BAWAH INI

LCC 4 PILAR NKRI

Dibawah ini penulis sampaikan contoh-contoh soal lomba cerdas cermat 4 pilar nkri
JIka Pembaca Ingin Tahu lebih banyak dan lengkap tentang  Soal LCC 4 Pilar NKRI Bisa dilihat di 
http://adf.ly/q5BgL


Nama :
Kelas :

Soal Seleksi Peserta Lomba
LCC 4 Pilar NKRI


Soal tematik
  1. Sebutkan dan Jelaskan wewenang Dewan Perwakilan Rakyat menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945...





  1. Masa jabatan Presiden dan wakil presiden yang menggantikan presiden dan Wakil Presiden yang berhalangan tetap adalah…




  1. Dewan Perwakilan Daerah ikut membahas rancangan undang-undang yang berkaitan dengan…



  1. Untuk menjalankan undang-undang, Presiden menetapkan…




  1. Yang berhak mengusulkan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden adalah…




Soal Peryataan benar/salah (lingkari jawaban yang benar)

  1. DPR berwenang mengesahkan rancangan undang-undang yang telah dibahas dan disetujui bersama antara DPR dengan Presiden menjadi undang-undang. ( B / S )
  2. Dewan Perwakilan Daerah dapat mengajukan usul pemberhentian Gubernur, Bupati, atau Walikota jika Dewan Perwakilan Daerah menilai Gubernur, Bupati, atau Walikota tidak cakap dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan di daerah.( B / S )
  3. Salah satu wewenang Mahkamah Agung adalah menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang. ( B / S )
  4. Setelah perubahan Undang-Undang Dasar 1945, MPR merupakan lembaga tertinggi negara, pemegang dan pelaksana sepenuhnya kedaulatan rakyat. ( B / S )
  5. Kesepakatan dasar MPR untuk tetap mempertahankan bentuk negara kesatuan yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia didasari pertimbangan bahwa negara Indonesia sudah lama dijajah oleh Belanda. ( B / S )




    JIka Pembaca Ingin Tahu lebih banyak dan lengkap tentang  Soal LCC 4 Pilar NKRI Bisa dilihat di 

BEASISWA BIDIK MISI 2014



Bagi siswa-siswi yang berkeinginan mendapatkan beasiswa di bawah ini sekedar informasi :
 
Cara Mendaftar Beasiswa Bidik Misi Tahun 2014 – Sahabat Sekalian, khususnya yang lagi mencari info seputar Beasiswa Bidik Misi 2014, ada kabar gembira, karena pendaftaran untuk calon penerima beasiswa bergensi ini, yakni beasiswa Bidik misi yang lagsung dari Kemendiknas RI, telah dibuka dan sistem pendaftaran onlinenya dibuka secara online. Beasiswa Bidik Misi adalah Beasiswa diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama 8 (delapan) semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama 6 (enam) semester untuk program Diploma III dengan ketentuan penerima beasiswa berstatus mahasiswa aktif.

Tujuan Beasiswa Bidik Misi 2014
  • Meningkatkan motivasi belajar dan prestasi calon mahasiswa, khususnya mereka yang menghadapi kendala ekonomi;
  • Meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi dan berpotensi akademik baik;
  • Menjamin keberlangsungan studi mahasiswa sampai selesai dan tepat waktu; Meningkatkan prestasi mahasiswa, baik pada bidang kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler;
  • Menimbulkan dampak iring bagi mahasiswa dan calon mahasiswa lain untuk selalu meningkatkan prestasi dan kompetitif;
  • Melahirkan lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu berperan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Alokasi Bidik Misi 2014
Pada 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalokasikan anggaran program beasiswa Bidik Misi bagi 60 ribu mahasiswa. “Pada awalnya, program Bidik Misi tahun 2010 hanya untuk 10 ribu mahasiswa. Sekarang setiap tahun untuk 60 ribu. Selama empat tahun ada 240 ribu mahasiswa skala penuh yang terbiayai. Jadi tidak berkurang, akan 60 ribu lagi (2014),” kata Mendikbud M Nuh seusai acara penyerahan beasiswa dari Tanoto Foundation kepada 230 mahasiswa di Jakarta, kemarin. Nuh mengungkapkan program beasiswa juga ada yang dari pihak kampus maupun swasta. Karena itu, ia yakin misi untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa menempuh pendidikan di perguruan tinggi tercapai. Menurut Dirjen Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, sebesar 5% program Bidik Misi belum terserap karena adanya mahasiswa yang tidak mengambil dana tersebut. Mendikbud berpendapat agar program Bidik Misi dapat terserap baik, teknis pengelolaannya masih harus diperbaiki dan disempurnakan. Soal pinjaman untuk biaya pendidikan mahasiswa seperti diamanatkan UU No 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, Nuh mengaku hal itu tidak disiapkan Kemendikbud.

Persyaratan Calon Penerima
Persyaratan untuk mendaftar tahun 2014 adalah sebagai berikut:
  • Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2014;
  • Lulusan tahun 2013 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguruan tinggi;
  • Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
  • Tidak mampu secara ekonomi sebagai berikut: a.  Pendapatan kotor  gabungan orangtua/wali  (suami istri)  sebesar-besarnya  Rp3.000.000,00  per  bulan.  Pendapatan yang dimaksud meliputi seluruh penghasilan yang diperoleh. Untuk pekerjaan non formal/informal pendapatan yang dimaksud adalah rata rata penghasilan per bulan dalam satu tahun terakhir. b.  Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp750.000,00 setiap bulannya;
  • Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.
  • Berpotensi akademik baik, yaitu direkomendasikan sekolah.
  • Pendaftar difasilitasi untuk memilih  salah satu diantara  PTN  atau PTS  dengan ketentuan:
PTN dengan pilihan seleksi masuk:
  • Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN);
  • Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN);
  • Seleksi mandiri di 1 (satu) PTN.
PTS dengan pilihan seleksi masuk di 1 (satu) PTS.
Kuota Mahasiswa Baru
  • Alokasi  kuota  mahasiswa baru setiap tahun  diusulkan  oleh  PTN  untuk dinilai dan ditetapkan oleh Ditjen Dikti.
  • Penilaian  pada butir (1)  dilakukan dengan  mempertimbangkan  jumlah mahasiswa baru yang diterima setiap tahunnya  dan/atau jumlah mahasiswa di  PTN, jenis dan status akreditasi program studi serta pertimbangan lainnya. 
  • Distribusi kuota  di  PTN  meliputi seluruh program studi sesuai peminatan calon mahasiswa.
  • Hasil distribusi  masing-masing program studi  yang  akan diterima  melalui pola Seleksi Nasional atau Seleksi Mandiri  ditetapkan oleh masing-masing PTN melalui Surat Keputusan Rektor/Direktur/Ketua dan dilaporkan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud,
  • Kuota untuk PTS  termasuk penentuan  program studi  dilakukan  oleh  Ditjen  Dikti bersama Kopertis Wilayah dengan kriteria khusus.
Gimana anda berminat mendapatkan beasiswa BidikMisi??? dan telah memenuhi persayaratan untuk mendaftar beasiswa Bidikmisi tahun 2014?. Dan kalo dah segala sesuatunya siap,  buruan mendaftar online http://daftar.bidikmisi.dikti.go.id

OPINI SEPUTAR KURIKULUM 2013

Pergantian atau gonta-ganti kurikulum di jagat pendidikan di negeri kita tercinta ini tentunya bukanlah hal yang luar biasa tetapi biasa saja. Sejak Indonesia merdeka sampai dengan penerapan Kurikulum 2013, negeri ini telah memiliki sekian banyak kurikulum, yakni: 1) Rencana Pelajaran 1947, 2) Rencana Pendidikan 1950, 3) Rencana Pendidikan 1958, 4) Rencana Pendidikan 1964, 5) Kurikulum 1968, 6) Kurikulum 1974, 7) Kurikulum 1978, 8) Kurikulum 1984, 9) Kurikulum 1994, 10) Kurikulum 2004, dan 11) Kurikulum 2013, Dalam hal ini, dibandingkan negara-negara yang sudah maju yang pada umumnya masih mempunyai kurikulum nasional atau kurikulum negara bagian, justru Indonesia telah lebih dahulu melakukan lompatan yang demikian drastis, karena penyusunan kurikulum di Indonesia telah diserahkan kepada satuan pendidikan sekolah (school-based curriculum) dengan KTSP-nya, selaras dengan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah (school-based curriculum).

APA YANG SALAH ?
Walaupun negeri yang tercinta ini telah memiliki sekian banyak kurikulum namun yang pasti kesemuanya belum mampu menggangkat martabat pendidikan di negeri tercinta ini sejajar dengan negara lain. Alhasil para sarjana yang diluluskan dari Universitas-universitas di negeri ini kalah bersaing dengan sarjana-sarjana negara tetangga. Beberapa harin yang lalu kebetulan penulis sedang masuk ke sekolah tempat penulis bekerja, walaupun sebenarnya hari itu termasul hari libur kenaikan kelas. Kebetulan staf Tu keliahatan sibuk memindahkan Buku-buku pelajaran yang baru datang alias drop dari pemerintah, dengan semangat penulis membuka salah satu biki yang kebetulan merupakan mata pelajaran yang penulis ajarkan. Alangkah kagetnya ketika penulis buka lembar demi lembar, halaman demi halaman buku tersebut. Ternyata buku tersebut merupakan buku pelajaran kurikulum KTSP bukannya Kurikulum 2013 yang sudah dilaksanakan di sekolah ini. Kebetulan teman-teman penulis juga ada yang melihat-lihat buku tersebut, kebetulan dia baru pulang dari diklat kurikulum 2013 yang diadakan oleh dinas pendidikan, dia juga sama kagetnya dengan saya karena buku tersebut bukan buku kurikulum 2013. APA YANG SALAH apa pengirimnya atau pemesannya t5api inilah dunia pendidikan di negeri ini

KURIKULUM YANG RELEVAN
Kurikuluim 2013 sebenarnya memuat isi yang cukup baik dan relevan dengan kondisi budaya, sosial dan masyarakat di negeri ini namun perlu disadari bersama. bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa dilakukan secara instan melainkan butuh waktu dan proses. Yang paling penting adalah konsiten terhadap kondisi yang ada. Jika banyak pihak tidak setuju dengan implementasi K 13 bukan berarti K 13 tidak baik, melainkan berupa harapan kedeapan adanya jaminan stabilitas kurikulum

TERAKHIR
Marilah kita bersama utamanya para pendidik untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan guna memberikan bekal kepada peserta didik, agar mampu bersaing di kehidupan masyarakat. Sumber belajar tidak hanya melalui buku tetapi pengalamhidup serta kondisi lingkungan sekita. Sekali lagi jangan menyalahkan sistemya tapi mari kita bekerja yang baik untuk hasi terbaik bagi negeri tercinta ini.  

CONTOH PROPOSAL BP/BK



PROPOSAL KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING


A.      LATAR BELAKANG
Salah satu bentuk pemberian bantuan bimbingan dan konseling adalah pemberian Bimbingan Informasi kepada siswa/siswi. Mengambil waktu yang tepat saat ini selaku guru BK kami akan mengadakan sosialisasi tentang Perguruan Tinggi kepada semua siswa kelas XII. Semua itu kami sadari bahwa banyak siswa dari SMK Negeri 1 Sragen yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi sebelum memasuki dunia kerja.

B.      TUJUAN
Tujuan dari Kegiatan ini adalah :
1.    Menambah wawasan seluruh siswa kelas XII tentang perguruan Tinggi dalam hal ini UNIVERSITAS NEGERI SEBELAS MARET SURAKARTA (UNS).
2.    Mempererat tali silaturahmi Komunitas Mahasiswa Sragen UNS.

C.      NAMA KEGIATAN
Sosialisasi PerguruanTinggi

D.      WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Tanggal                 : 30 Januari 2014
       Waktu                   : Jam 10.00 s/d selesai
       Tempat                 : SMK NEGERI 1 Sragen

E.       SASARAN
Seluruh Siswa kelas XII SMK N 1 Sragen

F.       BENTUK KEGIATAN
Bentuk kegiatan ini adalah pengenalan perguruan tinggi yang di sampaikan oleh mahasiswa dalam bentuk tanya jawab sehingga seluruh siswa dapat bertanya tentang perguruan tinggi dan cara masuknya serta bagaimana sistem perkuliahan yang ada di perguruan tinggi.
G.     SUSUNAN ACARA

Lampiran 1

H.     SUSUNAN KEPANITIAAN

Lampiran 2

Thursday, 3 July 2014

Opini Pilpres 2014

Pilihan presiden sudah di depan mata, gelombang dukungan juga sudah mulai bermunculan untuk kedua pasangan yang akan bertarung memperebutkan kursi RI 1 pada 9 juli 2014. Wujud dukungan dari para pemilih untuk saat ini beraneka ragam, hampir disetiap waktu dan tempat berkumpulnya orang, pasti bahasan yang menarik adalah siapa presiden yang akan dipilih. dari waktu kewaktu ternyata pengaruh media dalam membuat opini publik sangat besar pengaruhnya, bagi masyarakat pemilih mereka masing masing punya pilihan sendiri dengan berbagai argumen yang diperoleh dari media masa mereka mulai mengelu-elukan jagonya dan menjelekkan pesaingnya ini yang hampir terjadi setiap hari di masyarakat. Ancaman perpecahan timbul manakala perbedaan pendapat tidak bisa disatukan.
       Sisi positif adanya pilpres tahun ini adalah adanya kepedulian dari masyarakat sebagai pemilih, untuk memilih siapa yang akan menjadi presiden 5 tahun kedepan. di lingkungan penulis yang kebetulan adalah salah satu sekolah menengah kejuruan di bumi sukowati aroma persaingan pilprespun terasa panas, manakala para pendukung capres berkumpul mereka akan mulai membuka diskusi tentang siapa yang terbaik dan siapa yang terjelek. Mereka merelakan waktu untuk melihat berita TV atau membaca koran dan majalah hanya untuk memperkuat argumen manakala terjadi diskusi. terjadinya debat kusirpun sejatinya tanpa disengaja manakala jam istirahat dan berkumpul di kantor pembicaraan pun terarah siapa memilih siapa dan debat politik ala ndeso pun terjadi karena tidak jelas endingnya. Jika dilihat sekilas mereka seperti layaknya seorang pakar politik yang sedang berdebat. Hal ini menunjukan mulai tumbuh kepedulian masyarakat terhadap pemerintahan di negara ini. hal senada juga terjadi di beberapa media sosial, apa lagi media sosial seperti FB. hampir setiap detik terdapat komen yang mengkritisi tentang calon-calon presiden RI. Kepedulian masyarakat akan pelaksanaan demokrasi di negara tercinta ini sudah mulai tumbuh dan berkembang, semoga PILPRES 9 Juli mendatang akan menjadi gerbang kesadaran politik seluruh rakyat di negeri ini. Siapapun pemenangnya, pada hakikatnya kita semualah yang menjadi JUARA karena dalam negara demokrasi harus didukung tingkat penegetahuan masyarakatnya akan demokrasi itu sendiri. sehingga hal hal yang negatif dalam demokrasi seperti money politic lambat laun akan hilang seiring tingginya tingkat kesadaran politik masyarakat.