Thursday, 2 October 2014

CONTOH PROPOSAL LOMBA LKS



PROPOSAL
BIMBINGAN DAN PELATIHAN SISWA
DALAM RANGKA PERSIAPAN MENGHADAPI LOMBA KOMPETENSI SISWA (LKS)


SMK_003
 






PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI
SMKN 1 SRAGEN
TAHUN 2013



PROPOSAL BIMBINGAN DAN PELATIHAN SISWA DALAM RANGKA
PERSIAPAN MENGHADAPI LKS AKUNTANSI

I.              LATAR BELAKANG

Berdasarkan rapat MKKS Kabupaten Sragen akan melaksanakan lomba kompetensi siswa tingkat kabupaten yang diselenggarakan pada akhir mei 2013. Negara Indonesia yang terdiri dari berbagai propinsi dari sabang sampai merauke mempunyai sekolah tingkat atas baik yang terdiri dari Sekolah Menengah Umum maupun Sekolah Menengah Kejuruan dalam jumlah yang sangat banyak. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri perbandingan jumlah SMK dengan SMU, tentu kita semua mengetahui bahwa SMU lebih banyak. Selain itu kebanyakan dari lulusan SMP atau Tsanawiyah mereka lebih menyukai melanjutkan ke SMU dari pada SMK dengan berbagai alas an antara lain :
1.      Sekolah Menengah Umum dipilih karena mereka ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke Perguruan tinggi.
2.      Sekolah Menengah Umum mempunyai image yang lebih berkwalitas dibanding SMK.
3.      Sekolah Menengah Kejuruan diperuntukan hanya untuk siswa yang ingin bekerja setelah lulus.
Ketiga alasan tersebut memang realitis, namun mereka tidak atau belum mengetahui kalau di SMK juga bisa melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi, satu hal lagi bahwa di SMK juga lebih siap bersaing dalam dunia kerja karena bekal keterampilan yang dimiliki siswa lulusan SMK lebih maju dari lulusan SMU, karena lulusan SMK lebih siap pakai dalam bursa kerja yang ada saat ini.

Untuk menyiapkan lulusan SMK yang siap pakai dan berkualitas maka harus didukung oleh berbagai keterampilan dan keahlian. Oleh karena itu perlu kiranya diadakan kompetisi untuk mengetahui seberapa besar keterampilan dan keahlian yang dimiliki oleh siswa tersebut.Oleh karena itu kami selaku guru dan tenaga pengajar Program keahlian akuntansi bermaksud untuk mengadakan berbagai bimbingan dan pelatihan kepada para siswa dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas siswa dan sebagai langkah serta persiapan menghadapi Lomba Kompetensi  Siswa yang akan diadakan dalam waktu dekat ini.

II.           NAMA KEGIATAN     :       BIMBINGAN DAN PELATIHAN SISWA DALAM RANGKA PERSIAPAN MENGHADAPI LKS AKUNTANSI

III.        TUJUAN KEGIATAN         :
1.      Meningkatkan kompetensi siswa di segala bidang pembelajaran program Keahlian Akuntansi.
2.      Mmberikan berbagai bimbingan dan pelatihan sebagai bekal untuk siswa dalam persiapan menghadapi Lomba Kompetensi Siswa ( LKS Akuntansi ).

IV.        PELAKSANAAN DAN TEMPAT
Tempat pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa Program Keahlian Akuntansi tahun 2012/2013:
Tempat            : SMK Negeri 1 Sragen
Hari / Tgl         : Seni 27 Mei 2013 s/d Selasa 28 Mei 2013

Karena kompetensi yang akan dilombakan terdiri dari empat kompetensi yaitu teori akuntansi, praktik akuntansi, myob accounting dan presentasi bahasa inggris, maka dibuatlah jadwal bimbingan untuk para siswa agar bimbingan dan pelatihan lebih optimal.
Adapun pelaksanaan bimbingan dan pelatihan akan dimulai pada bulan April sampai mei 2013.
1.    Jadwal Pelaksanaan Bimbingan
No.
Hari / Tgl
Tempat
Nama Pembimbing
Jenis Kompetensi
1.
Senin, 29-4-2013
Ruang kelas
Sri Yuliningsih, S.Pd
Teori Akuntansi
2.
Selasa, 30-4-2013
Rumah bu hindun
Hindun Khozanah, S.Pd
Myob Accounting
3.
Rabu,1-5-2013
Rumah bu hindun
Hindun Khozanah, S.Pd
Myob Accounting
4.
Kamis, 2-5-2013
Rumah bu hindun
Hindun Khozanah, S.Pd
Myob Accounting
5.
Jum”at, 3-5-2013
Rumah bu hindun
Hindun Khozanah, S.Pd
Myob Accounting
6.
Sabtu, 4-5-2013
Rumah bu hindun
Hindun Khozanah, S.Pd
Myob Accounting
7.
Senin, 6-5-2013
Ruang kelas
Yunanto AP, S.Pd
Praktik akuntansi manual
8.
Selasa, 7-5-2013
Ruang kelas
Yunanto AP, S.Pd
Praktik akuntansi manual
9.
Rabu,8-5-2013
Ruang kelas
Yunanto AP, S.Pd
Praktik akuntansi manual
10.
Kamis, 9-5-2013
Ruang kelas
Yunanto AP, S.Pd
Praktik akuntansi manual
11.
Jum”at, 10-5-2013
Ruang kelas
Yunanto AP, S.Pd
Praktik akuntansi manual
12.
Sabtu, 11-5-2013
Ruang kelas
Harjanto, S.Pd
Presentasi
13.
Senin, 13-5-2013
Ruang kelas
Baskoro Hadi, SE
Presentasi
14.
Sabtu, 18-5-2013
Ruang kelas
Harjanto, S.Pd
Presentasi
15.
Senin, 20-5-2013
Rumah bu hindun
Anik Pujiastuti, S.Pd
Bahasa inggris
16.
Selasa, 21-5-2013
Rumah bu hindun
Anik Pujiastuti, S.Pd
Bahasa inggris
17.
Rabu,22-5-2013
Rumah bu hindun
Anik Pujiastuti, S.Pd
Bahasa inggris
18.
Kamis, 23-5-2013
Rumah bu hindun
Anik Pujiastuti, S.Pd
Bahasa inggris
19.
Jum,at, 24-5-2013
Ruang kelas
Baskoro Hadi, SE
Presentasi
20.
Sabtu, 25-5-2013
Ruang kelas
Sri Yuliningsih, S.Pd
Pemantapan materi lomba

NB : Waktu Pelaksanaan Pembimbingan dimulai pukul 14.00 WIB

V.           PESERTA
Peserta adalah 2 orang siswa yang merupakan perwakilan dari masing – masing kelas. Adapun nama – nama siswa tersebut di bawah ini:
1.      Anis Fitria (kelas XI AK 1)
2.      Intan cici paramita (kelas XI AK 2)




VI.        RENCANA ANGGARAN BIAYA
1.     Konsumsi ( 60  X  Rp.7.500,00 )                                = Rp.    450.00,00
2.     Honor Pembimbingan ( 20 X Rp. 30.000,00 )            = Rp.    690.000,00
3.     Transport Siswa ( 2 X 20 X Rp. 5.000,00)                 = Rp.    200.000,00
4.     Honor Panitia                                                              = Rp.    350.000,00
5.     Alat dan Bahan                                                           = Rp.    200.000,00
Jumlah                                                                            Rp. 1.890.000,00

VII.     SUSUNAN PANITIA
Penanggung Jawab                                 :    Dra. Budi Isnanik, M.Pd
Ketua                                                      :    Sri Yuliningsih, S.Pd
Sekretaris                                                :    Harjanto, S.Pd
Bendahara                                              :    Hindun Khozanah, S.Pd
Guru Pembimbing                                  :    Yunanto Ari Prabowo, S.Pd
                                                                   Anik Pujiastuti, S.Pd
                                                                    Hindun Khozanah, S.Pd
                                                                    Harjanto, S.Pd
                                                                    Sri Yuliningsih, S.Pd
                                                                   Baskoro Hadi, SE
                                                                   
Demikian Proposal pembimbingan dan pelatihan untuk menghadapi LKS Akuntansi tingkat kabupaten Sragen. Atas perhatian dan kebijaksaannya, kami ucapkan terima kasih.
























































Wednesday, 1 October 2014

Karya Ilmiah KURIKULUM PAUD BERBASIS ISLAM



KURIKULUM PAUD BERBASIS ISLAM
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan di Indonesia terdiri dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi yang keseluruhannya merupakan kesatuan yang sistemik. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. PAUD pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. Kelompok Bermain adalah salah satu bentuk PAUD pada jalur pendidikan non formal yang memberikan layanan pendidikan anak usia dini bagi anak usia 2 sampai dengan 6 tahun, yang berfungsi untuk membantu meletakkan dasar-dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi anak usia dini dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya, sehingga siap memasuki pendidikan dasar.
Anak usia dini merupakan individu yang berbeda, unik, dan memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan tahapan usianya. Masa usia dini merupakan masa keemasan (golden age) dimana stimulasi seluruh aspek perkembangan berperan penting untuk tugas perkembangan selanjutnya. Perlu disadari bahwa masa-masa awal kehidupan anak merupakan masa terpenting dalam rentang kehidupan seseorang anak. Pada masa ini pertumbuhan otak sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat (eksplosif). Perkembangan pada tahun-tahun pertama sangat penting menentukan kualitas anak di masa depan. Perkembangan intelektual anak usia 4 tahun telah mencapai 50%, pada usia 8 tahun mencapai 80% dan pada saat mencapai sekitar 18 tahun perkembangan telah mencapai 100%.
Bagi anak, pendidikan yang tepat pada usia dini akan menjadi pondasi keberhasilannya pada masa yang akan datang. Ia akan menjadi sebuah individu yang cerdas, penuh percaya diri dan mampu mengarungi kehidupan dengan segala tantangannya dengan baik. Dia akan menjadi manusia yang berkualitas, berkepribadian kuat dan berguna bagi masyarakat. Hal tersebut dapat dipenuhi dengan pendidikan anak usia dini yang berbasis akidah Islam. Pendidikan anak usia dini yang berbasis agama Islam adalah membentuk anak yang berkepribadian Islam, yaitu memiliki aqidah Islam sebagai landasan ketika berpikir dan bersikap didalam menjalani kehidupan. Anak yang memiliki kepribadian Islam adalah anak yang memiliki kelebihan dalam banyak hal, sehingga mereka bisa dikatakan sebagai Anak unggul. Anak unggul adalah anak yang sholeh/sholehah, cerdas, sehat dan pemimpin. Anak unggul adalah anak yang terarah cara berpikir dan bersikapnya berdasarkan akidah Islam dan memiliki kemampuan serta keterampilan yang bisa ia gunakan untuk kehidupannya sendiri maupun kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sehingga mereka siap menjadi pemimpin dimasa mendatang yang akan memberi sumbangan yang besar bagi kemajuan peradab suatu bangsa di mana mereka hidup.
Atas dasar hal tersebut, maka kurikulum yang dikembangkan dalam Model PAUD Berbasis Agama Islam ini adalah program kegiatan belajar/kurikulum dengan pendekatan kelas berpusat pada anak, pembelajaran dengan pendekatan Beyond Center and Circle Time (BCCT) dipadukan dengan strategi pembelajaran tematik, yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam.
B. Tujuan
Pengembangan Kurikulum PAUD Berbasis Agama Islam di Kelompok Bermain digunakan sebagai acuan penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah direncanakan.
C. Pengertian
Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
PAUD Berbasis Agama Islam
di Kelompok Bermain adalah adalah salah satu layanan pendidikan anak usia dini pada jalur nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan umum dan pendidikan keagamanan Islam bagi anak berusia dua tahun sampai enam tahun.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan belajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
BAB II
PENGEMBANGAN KURIKULUM
A. Ruang Lingkup
Kurikulum PAUD Berbasis Islam di Kelompok Bermain ini menggunakan kurikulum PAUD yang disusun oleh Tim Pengembang berdasarkan accuan Menu Pembelajaran Generik dari Direktorat PAUD Ditjen PNFI Depdiknas dan memperhatikan 9 kemampuan belajar anak diintegrasikan dengan akidah Agama Islam, yang meliputi : kecerdasan linguistik, kecerdasan logika-matematik, kecerdasan visual spasial, kecerdasan musikal, kecerdasan kinestik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis dan kecerdasan spiritual.
Ruang lingkup Aspek-aspek pengembangan :
a. Pengembangan nilai moral agama
b. Pengembangan fisik
c. Pengembangan bahasa
d. Pengembangan kognitif
e. Pengembangan social emosional
f. Pengembangan seni
B. Pendekatan Pembelajaran
1. Prinsip-Prinsip Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran pada pendidikan anak usia dini berbasis Agama Islam hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Berorientasi pada kebutuhan anak
Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis. Dengan demikian berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan melalui analisis kebutuhan yang disesuaikan dengan berbagai aspek perkembangan dan kemampuan pada masing-masing anak.
b. Belajar melalui bermain atau bermain sambil belajar
Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan anak usia dini, dengan menggunakan strategi, metode, materi/bahan dan media yang menarik agar mudah diikuti oleh anak. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan, memanfaatkan dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya.
c. Kebermaknaan
Sesuatu yang bermakna bagi anak menunjukkan pada pengalaman-pengalaman belajar yang sesuai dengan minat-minatnya. Pelaksanaan pembelajaran PAUD yang masih lebih menekankan pada kegiatan akademik (membaca, menulis, dan berhitung) serta hafalan yang kurang bermakna bagi anak, seyogyanya diarahkan pada pembelajaran yang berpusat pada minat-minat anak dengan menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangannya.
d. Pendekatan kreatif dan inovatif
Proses kreatif dan inovatif dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang menarik dan membangkitkan rasa ingin tahu anak untuk berpikir kritis dan menemukan hal-hal baru.
e. Lingkungan yang kondusif
Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyaman yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain.
f. Menggunakan pembelajaran terpadu
Model pembelajaran terpadu berdasarkan tema yang menarik dan dapat membangkitkan minat anak (center of interest). Hal ini dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak.
g. Mengembangkan berbagai kecakapan hidup
Mengembangkan keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan. Hal ini dimaksudkan agar anak mampu menolong diri sendiri mandiri dan bertangung jawab serta memiliki disiplin diri, mampu bersosialisasi dan memperoleh bekal keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya.
h. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar
Media dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan.
i. Pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak, yaitu anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi, siklus belajar anak selalu berulang, anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan teman sebaya, perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individual dan anak belajar dengan cara dari sederhana ke rumit, dari kongkrit ke abstrak, dari gerakan ke verbal dan dari keakuan ke rasa sosial.
2. Pendekatan Kurikulum
PAUD Berbasis Islam di Kelompok Bermain mengembangkan program kegiatan belajar/kurikulum dengan pendekatan kelas berpusat pada anak, pembelajaran dengan pendekatan Beyond Center and Circle Time (BCCT) dipadukan dengan strategi pembelajaran tematik berintegrasi dengan nilai-nilai Islam
a. Pendekatan dalam Pengembangan Kurikulum
Pendekatan kelas yang berpusat pada anak (child centered approach) adalah suatu kegiatan belajar dimana terjadi interaksi dinamis antara guru dan anak atau antara anak dengan anak lainnya, dengan ciri sebagai berikut : (1) berorientasi pada perkembangan anak, (2) berorientasi pada bermain, (3) berdasarkan proses, dan (4) bersifat terbuka / bebas.
2. Pengembangan Tematik
Sedangkan pembelajaran tematik merupakan suatu strategi pembelajaran yang melibatkan beberapa bidang pengembangan untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak. Keterpaduan pada pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek atau waktu, aspek kurikulum, dan aspek belajar mengajar. Pembelajaran tematik diajarkan pada anak karena pada umunya mereka masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistic) perkembangan fisiknya tidak pernah dapat dipisahkan dengan perkembangan mental, social dan emosional.
Kekuatan pembelajaran tematik adalah : (1) Pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak, (2) Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan anak, (3) Hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna, (4) mengembangkan keterampilan berpikir anak dengan permasalahan yang dihadapi, dan (5) Menumbuhkan keterampilan social dalam bekerja sama, toleransi, komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
3. Pengembangan Sentra
Pembelajaran dengan pendekatan Beyond Center and Circle Time (BCCT) adalah pembelajaran anak usia dini dengan kegiatan bermain melalui sentra-sentra. Setiap sentra memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan kegiatan bermain sensorimotorik, simbolik dan pembangunan. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak yang meliputi perkembangan moral dan agama, kognitif, fisik, sosio emosional, bahasa dan seni. Setiap sentra juga mengembangkan seluruh aspek kecerdasan anak. Sentra-sentra yang dikembangkan terdiri dari :
1. Sentra Main Peran, adalah tempat bermain sambil belajar untuk mengembangkan imajinasi , imtag, iptek dan akhlaqul karimah.
2. Sentra Bahan Alam, adalah adalah tempat anak melakukan kegiatan dengan berbagai alat dan bahan alam ciptaan Allah, baik yang kering dan yang basah disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Dengan berbagai alat dan bahan alam tersebut, Insya Allah akan membantu mengembangkan keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah dan ke 6 aspek bidang pengembangan anak melalui metode bermain sambil belajar integrasi pendidikan Imtaq.
3. Sentra Seni dan Kreatifitas, adalah tempat anak bermain sambil belajar untuk mengembangkan keimanan, ketaqwaan, akhlaqul karimah, kemampuan kognitif dan berbahasa, dengan menggunakan sarana penunjang. Sentra ini juga sebagai tempat untuk mengenalkan anak tentang berbagai macam budaya bangsa ciptaan Allah yang berbeda-beda, baik perbedaan suku, makanan, tradisi/kebiasaan dan agama yang ada. Selain itu juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dan kreatifitas anak, serta mengembangkan motorik halus dan motorik kasar anak dalam menggunakan berbagai alat musik yang sederhana.
4. Sentra Balok, adalah tempat anak bermain sambil belajar untuk mengembangkan ke 6 aspek bidang pengembangan dengan bantuan alat-alat permainan edukatif dan guru bertindak sebagai fasilitator dan motivator serta teman bermain anak. Bermain dengan balok mengenalkan pada konsep matematika seperti : bentuk, ukuran, jumlah, pecahan, ruang, luas, sempit, dll.
5. Sentra Persiapan, adalah tempat anak bermain sambil belajar untuk mengembangkan 6 aspek bidang pengembangan kemampuan anak dengan integrasi Imtaq dan Akhlaqul Karimah serta untuk mengembangkan persiapan membaca, persiapan menulis dan persiapan matematika dan kegiatan khusus lainnya, terutama untuk usia 5 – 6 tahun
Kegiatan di masing-masing sentra menggunakan tahap-tahap pembelajaran sebagai berikut :
a. Pijakan lingkungan main
Pada tahap ini, pendidik mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan untuk bermain anak. Dalam penataan lingkungan pendidik seharusnya memperhatikan pengelompokan dan penataan bahan main, penggunaan warna, penataan alat dan perabot dan jumlah serta jenis bahan main yang dipilih. Pendidik sebaiknya menyiapkan tiga tempat bermain pada setiap anak.
b. Pijakan sebelum main
Merupakan tahap kegiatan, dimana guru mempersiapkan anak untuk bermain sesuai dengan tema yang ditentukan. Kegiatan ini dilaksanakan di tiap-tiap sentra kegiatan. Persiapan dilakukan melalui bernyanyi, bercerita, menjelaskan aturan main dan membuat kesepakatan-kesepakatan dengan anak.
c. Pijakan saat main
Pada tahap in, guru mengamati anak-anak untuk melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan teman sebaya, berbagi informasi dan memecahkan masalah.
d. Pijakan setelah main
Tahap ini dilakukan setelah bermain selesai dilakukan. Pendidik meminta anak untuk menceritakan pengalamannya saat bermain sebagai upaya untuk mengingatkan kembali pengalaman bermainnya. Di samping itu pendidik mendorong anak untuk membereskan alat bermain.
3. Metode Pembelajaran
Metode yang digunakan adalah multi-metode dapat melalui simulasi, bermain peran, demonstrasi, eksperimen, tanya jawab, ceramah bervariasi, penugasan terhadap anak.
C. Penilaian
Penilaian dapat dilakukan dengan cara`antara lain : pengamatan dan pencatatan anekdot. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan siap anak yang dilakukan dengan mengamati tingkah laku anak dalam kehidupan sehari-hari secara terus menerus, sedangkan pencatatan anekdot merupakan sekumpulan catatan tentang sikap dan perilaku anak dalam situasi tertentu.
Alat penilaian yang dapat digunakan untuk memperoleh gambaran perkembangan kemampuan dan perilaku anak adalah :
1. Portofolio, yaitu penilaian berdasarkan kumpulan hasil kerja anak yang dapat menggambarkan sejauh mana keterampilan anak berkembang.
2. Unjuk kerja (performance), merupakan penilaian yang menuntut anak untuk melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati, misalnya praktik baca do’a, melakukan gerakan sholat dll.
3. Penugasan (Project) merupakan tugas yang harus dikerjakan anak yang memerlukan waktu yang relatif lama dalam pengerjaanya. Misalnyamelakukan percobaan menanam biji.
4. Hasil karya (Product) merupakan hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan.
D. Rambu-Rambu
1. Kurikulum untuk PAUD Berbasis Islam ini merupakan acuan bagi para pendidik, orang tua dan orang dewasa lain untuk digunakan dalam rangka menstimulasi perkembangan anak. Kurikulum harus dipahami secara keseluruhan, bukan bagian-per bagian.
2. Kompetensi dasar merupakan pengembangan aspek perkembangan pada anak yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan usianya berupa pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dapat dikenali melalui sejumlah hasil belajar dan indikator yang dapat diukur dan diamati.
3. Hasil belajar merupakan cerminan kemamampuan anak yang dicapai dari suatu tahapan pengalaman belajar dalam satu kompetensi dasar.
4. Indikator merupakan hasil belajar yang lebih spesifik dan terukur dalam satu kompetensi dasar. Apabila serangkaian indikator dalam satu kompetensi dasar sudah tercapai, berarti target kompetensi dasar tersebut sudah terpenuhi.
5. Standar kompetensi /perkembangan ini merupakan standar perkembangan minimal. Pendidik dapat memberikan pengayaan apabila anak telah menguasai kemampuan pada tahap perkembangannya.
5. Penggunaan kurikulum ini bersifat fleksibel yang disesuaikan dengan lingkungan sosial dan budaya anak.